REKONSTRUKSI PEKAN TIGA LINGGA, SUMATERA UTARA ABAD KE-19 (Studi Etnoarkeologi)

Main Article Content

- Arunagren
Widya Nayati

Abstract

Tiga Lingga is refers to marketplace which located in the hinterland of North Sumatera. Toponym of Tiga refers to pharse in Tamil Language, katika-t-tavalam, which means market or pekan. This place become market for hinterland comodities in 19th centuries in Kenegerian Lingga teritory. This research examines the trading activities of Tiga Lingga market in 19th century with ethnoarchaeology approach. This approach is used for answering system behind a symtom archaeological culture using ethnographic data for comparison. Tiga Lingga market it’s aspects in economic activity is used as comparison subject. Subjects were analyzed using analysis of cultural continuity for used to awnser the paradigm of archaeological science that reconstruct activity in the past. This reserch concludes that the trading activity of Tiga Lingga market have the same similarities with Tiga Lingga market trading activity in the 19th century. It can be proved from the marketplace, day, time market and some economic aspects that does not change. For conclusions, Tiga Lingga was an old market at least in 19th century, which trading activity is still survive.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Arunagren, -, and Widya Nayati. 2020. “REKONSTRUKSI PEKAN TIGA LINGGA, SUMATERA UTARA ABAD KE-19 (Studi Etnoarkeologi)”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 22 (1). Medan, Indonesia, 1-18. https://doi.org/10.24832/bas.v22i1.395.
Author Biographies

- Arunagren, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Aceh-Sumut

Lahir di Medan, pada 25 Juli 1992. Beliau mendapatkan gelar Sarjana dari Universitas Gadjah Mada pada Februari 2017. Beliau telah menghasilkan karya ilmiah/skripsi dengan judul Rekonstruksi Pekan Tiga Lingga Sumatera Utara abad ke-19 (Studi Etnoarkeologi) pada tahun 2017. Tulisan ini merupakan karya ilmiah pertama penulis yang bersumber dari data skripsi tersebut.

Widya Nayati, Departemen Arkeologi, Universitas Gadjah Mada

Penulis saat ini aktif sebagai pengajar di Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Adapun minat beliau pada kajian arkeologi Islam, keramologi, Cultural Resources Management (CRM), dan Arkeologi Ekonomi. Sarjana S1 beliau didapatkan pada Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada, dari tahun 1979-1985. Pasca Sarjana (gelar master) beliau didapatkan di Archaeology Department, Faculty of Arts, The Australian National University, Australia dengan tesis berjudul The Archaeology of Trading Sites in the Indonesian Archipelago in the 16th-17th Centuries: Possibilities and Limitations of Evidence. Adapun gelar doktor beliau ditempuh di Southeast Asian Studies Programme, National University of Singapore, Singapore, dengan judul disertasi Social dynamics and local trading patterns in Bantaeng region, South Sulawesi (Indonesia) circa 17th century.

References

Anderson, John. 1971. Mission to The East Coast of Sumatra in 1823. Edinburgh: W. Blackwood/ London, T. Cadell Strand.

Guillot, Claude. 2014. Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Pusat Arkeologi Nasional. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kartodirdjo, Sartono dan Djoko Suryo. 1991. Sejarah Perkebunan di Indonesia. Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.

Koentjaraningrat, R.M. 1985. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: P.T. Gramedia.

Lombard, Denys. 2014. Kerajaaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda 1607-1636. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Marsden, William. 1811. History of Sumatra. London: Black Horse Court.

McKinnon. 2009. “Ceramics, Cloth, Iron and Salt: Coastal Hinterland Interaction in The Karo Region of Northen Sumatra,” dalam Dominic Bonatz, John Miksic, J. David Neidel, Mai Lin Thoh-Bonatz (ed.). From Distance, Tales: Archaelogy and Ethnohiastory in The Highlands of Sumatra. Newcastle: Cambrige Scholars Publishing.

Napitupulu, S.P., dkk. 1991. Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Sumatera Utara. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.

Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VII-XI Masehi. Jakarta: P.T. Pustaka Jaya.

Perret, Daniel. 2010. Kolonialisme dan Etnisitas Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Jakarta: Kepustakaan populer Gramedia.

Reid, Anthony. 2014. Sumatera Tempo Doeloe dari Marco Polo sampai Tan Malaka. Depok: Komunitas Bambu.

Sharer, Robert J. dan Wendy Ashmore. 1993. Archaeology, Discovering Our Past. Second Edition. Montain View, California: Mayfield Publishing Company.

Siahaan, E. K., dkk., 1977/1978. Survei Monograpi Kebudayaan Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi. Medan: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sumatera Utara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Simanjuntak, Buntilan. 1977. Sejarah Batak. Balige: Karl Sianipar Company.

Sinar, Lukman. 2002. Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Medan: tanpa penerbit.

Sinuhaji, Tolen dan Hasanuddin. 1999/ 2000. Batu Pertulanen di Kabupaten Pakpak Dairi. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

Soedewo, Ery. 2011. “Jalur-Jalur Interaksi di Kawasan Pesisir dan Pedalaman Daerah Sumatra Bagian Utara Pada Masa Pengaruh Kebudayaan India (Hindu-Buddha)” dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala vol XIV no 2. Medan: Balai Arkeologi Medan, 240-265.

Soedewo, Ery, dkk. 2009. “Situs dan Objek Arkeologi di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara” dalam Berita Penelitian Arkeologi no 21. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Soetarno AK, R. 1986. Ensiklopedia Ekonomi. Jakarta: Dahara Prize.

Stéphan, Nouha. 2014. Kamper dalam Sumber Arab dan Persia: Produksi dan Penggunaannya dalam Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 257-282.

Subbarayalu, Y. 2014. Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus: Suatu Peninjauan Kembali dalam Lobu Tua Sejarah Awal Barus. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 27-36

Tanudirjo, Daud A. 1987. “Laporan Penelitian Penerapan Etnoarkeologi di Indonesia”. Laporan Penelitian. Yogyakarta: UGM.

Wibisono, Sonny Chr. 1995. “Penalaran Etnoarkeologi,” dalam Artefak 15. Yogyakarta, 8-11.